Beranda / Artikel / Festival Sebagai Bandara Transit
Artikel

Festival Sebagai Bandara Transit

festival_sebagai_bandara_transit

Festival Film Purbalingga itu ibarat bandara transit untuk kembali meneruskan perjalanan bagi siapapun yang turut terlibat dalam perjalanan perfilman di Banyumas Raya. Mulai dari komunitas film, pelajar, anak muda desa, organisasi kepemudaan, dan masyarakat umum.

 Sehingga 12 tahun bersinggah, festival sederhana ini terasa sebagai persinggahan yang biasa. Bertemu dengan pahit getir sebagai bagian dari pelepas lelah. Justru setelah ini, ada banyak yang dievaluasi dan berstrategi untuk kembali melanjutkan perjalanan.

 Dalam naungan Jaringan Kerja Fim Banyumas Raya (JKFB), CLC Purbalingga bergandeng tangan bersama Sangkanparan Cilacap dan Sinema Kedung Kebumen berusaha konsisten menggarap pelajar Banyumas Raya lewat workshop dan fasilitasi produksi film. Pasang surut kuantitas pelajar tak terhindarkan, namun terpenting usaha untuk terus meningkatkan kualitas karya.

 Di Purbalingga, dua tahun terakhir ekstrakurikuler sinematografi bertumbangan. Kualitas generasi yang kadang menggampangkan proses dan tak tahan banting menjadi faktornya. Sementara komunitas film pelajar di luar Purbalingga terus tumbuh seiring kesempatan yang semakin luas bagi pelajar untuk berkarya film.

 Disadari, yang dibutuhkan adalah kualitas film, tak sekedar dari teknis namun terpenting isu dan konten yang diangkat dalam cerita film. Isu dan konten yang baik lahir dari kualitas diri pengkaryanya yang juga baik, paham dan peka akan persoalan-persoalan sekitar. Karena itu sebagai penanda sekaligus ciri dari karya-karya yang lahir.

 Komunitas film yang tergabung dalam JKFB tak melulu menyiapkan generasi pembuat film muda, namun hampir semua yang terkait kegiatan perfilman. Pemutaran film menjadi salah satu program yang terus berdampingan dengan program lain dan saling berkait.

 Memutar film membutuhkan manajemen dan pengalaman tersendiri. Bahwa film menjadi media literasi yang dekat dengan masyarakat kini hingga membuka peluang banyak pihak memanfaatkan. Lebih penting dari itu adalah keberlanjutan program tanpa lelah hingga kembali mendarat untuk bertemu festival tahun berikutnya.

 Layar sudah terkembang, mari kita putar!

 

 Bowo Leksono

Direktur Festival