Beranda / Artikel / Pesta Kesebelas
Artikel

Pesta Kesebelas

pesta_kesebelas

Setahun kerja festival. Tak terasa Festival Film Purbalingga (FFP) yang digagas Cinema Lovers Community (CLC) masuk kembali ke waktu pelaksanaan. Kami harus berani bilang ‘siap’ membawa program-program festival untuk dihadirkan dan dinikmati warga. Terlebih, setiap tahun terdapat program baru yang disuguhkan.

FFP yang biasanya hadir di bulan Mei, kami undurkan pelaksanaannya dengan pertimbangan bulan Mei memasuki bulan Ramadan dan menyesuaikan kalender pendidikan. Karena salah satu basis FFP yaitu pelajar, agar mereka nyaman dalam menikmati program-program yang disuguhkan FFP tanpa menanggung beban berat sekolah.

Memasuki tahun kesebelas, kami bersepakat melebarkan sayap dari cakupan Banyumas Raya (Kabupaten Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Banjarnegara) meluas ke Kabupaten Kebumen (Bralingmascakeb). Artinya, luasan ini berpengaruh pada luasan Program Layar Tanjleb dan Program Kompetisi Pelajar.

Masih kerap muncul pertanyaan mengapa cakupan tak menasional? Pertanyaan ini tentu berkait cakupan Program Kompetisi Pelajar. Bahwa, dalam mengelola FFP tidak sekedar menunggu hadirnya karya-karya pelajar yang didaftarkan untuk dikompetisikan. Namun, kami turut membidani dalam bentuk fasilitasi akan kelahiran karya-karya pelajar.

Kendala bagaimana melahirkan karya-karya pelajar, menjadi tantangan tersendiri. Komunikasi, meski internet sudah masuk ruang-ruang privasi anak muda, mereka belum memanfaatkannya secara efektif. Banyak menonton film, membaca, ngobrol, merupakan pesan yang belum teraplikasi dengan semestinya.

Regenerasi pelajar pembuat film tidak selalu melahirkan generasi yang lebih handal dari sebelumnya. Kerap antarangkatan tidak terjadi komunikasi yang baik, sehingga transformasi pengetahuan dan pengalaman pun mandek. Sehingga, generasi baru adalah generasi yang harus kami fasilitasi dari nol, demikian setiap tahunnya.

Masih jelas dalam kenangan, pada 2006, CLC lahir untuk berbenturan dengan Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Bahkan, keberadaan FFP pertama pada 2007 yang saat itu bernama Parade Film Purbalingga, wujud dari perlawanan CLC terhadap Pemkab Purbalingga.

Kala itu, kami sadar bahwa apa yang kami lakukan adalah sebuah proses politik. Bahwa, kekuasaan tidaklah untuk seterusnya. Namun, yang kami kerjakan mau tidak mau bersinggungan dengan penguasa yang cenderung berganti watak dan kepribadian. FFP kesebelas ini, kami coba menawarkan pada pemerintah pusat dan kabupaten, apa yang kami lakukan adalah bagian dari tanggung jawab mereka untuk memfasilitasi.


Selamat bergembira, selamat berfestival!


Bowo Leksono

Direktur Festival